Pada dasarnya setiap tindakan manusia didasari niat, motif, dan alasan tertentu. Niat, motif dan alasan tersebut akan menjadi energi dan kekuatan untuk bertindak. Semakin besar dan kuat alasan tersebut semakin cepat tujuan dan impian tercapai. Selain sebagai energi pendorong, kekuatan alasan dan motif akan menjadi benteng pelindung impian kita. Karena impian seperti halnya gelembung sabun yang mudah pecah oleh hal-hal negatif dan berbau pesimisme. Sehingga perlu dijaga dengan baik dan konsisten.
Kolonel Sanders, pendiri waralaba KFC memulai usahanya pada usia 60 tahun dengan modal awal tunjangan sosialnya yang hanya 105 US dolar, dimana kala itu bisnis yang di bangunnya selama 20 tahun runtuh akibat kebijakan pemerintah. Mengingat kebutuhan akan kelangsungan hidup keluarganya dan hanya memiliki kemampuan memasak serta resep ayam gorengnya, kolonel sanders memulai dengan menawarkan hak cipta resepnya. Tetapi hal ini tidak berjalan lancar begitu saja, karena resep tersebut baru diterima dan akhirnya berkembang sampai sekarang pada restoran yang ke 1008 !
Lain halnya dengan Lee Iacocca, CEO Chrysler. Yang memulai langkah pertama impiannya ketika di pecat dari Ford Motor akibat idenya di tolak mentah-mentah oleh bosnya Henry Ford II. Sehingga akhirnya bergabung dengan perusahaan mobil Chrysler yang pada waktu itu hampir bangkrut. Sama seperti kolonel Sanders jalan Lee semakin sulit dan terjal, akan tetapi semangatnya tetap berkobar dengan motivasi dari istrinya yang selalu bertanya “Apa yang akan dikatakan Ford jika ia melihatmu dalam keadaan seperti ini?” setiap keadaan menjadi semakin rumit dan membingungkan. Lee Iacocca menemukan alasannya untuk sukses di tengah ‘sakit hati’ akibat cemoohan, penolakan orang lain sebagai energi penggerak dan pelindung ide dan impiannya.
Rekanku yang kehidupannya direncanakan sukses oleh Tuhan, bercita-citalah yang besar, rencanakan dengan tindakan-tindakan kecil yang ditenagai oleh alasan-alasan yang terdefinisi dengan kuat. Jadikan cemoohan dan penolakan orang lain sebagai katalis kesuksesan kita.
By Joyo Negoro












0 komentar:
Poskan Komentar